Lalu aku jd teringat sama temen dekatku katakanlah si C, dia sejak SMK sudah melewati apa yg kurasakan gk heran kenapa dia skrg begitu tangguh dan bijak. Dan bisa membimbingku dikit demi sedikit agar tidak makin kehilangan arah. Im very blessed.
Tapi, pertanyaan besar sering keluar di kepala. Kenapa kita harus melewati semua rasa sakit itu hanya agar supaya kuat menghadapi hidup atau bertahan hidup?
Apakah dunia memang didesain sedemikian rupa? Memangnya gak bisa ya, kita berjalan melewati dunia ini dengan modal hati yang tulus dan perbuatan baik saja?
Mengapa dunia serasa menuntut kita untuk selalu menjadi kuat, tangguh dan memiliki perisai perlindungan yg tinggi? yang kadang sangat melelahkan? Apakah dunia ini memang seburuk dan sebusuk itu? sampai-sampai kelembutan hati sering kali dimanfaatkan dan dianggap sbg kelemahan?
Mungkin dunia ini keras bukan karena ia busuk, tapi karena dunia bagaikan ruang tempaan utk kehidupan di akhirat besok.
Dunia tidak didesain untuk menghancurkan melainkan sebagai tempat ujian di mana ketangguhan adalah alat untuk bertahan, sementara ketulusan adalah kompasnya. Kita butuh keduanya. Tanpa kekuatan, ketulusan kita akan diinjak-injak. Tanpa ketulusan, kekuatan kita hanya akan menjadi hal yg merusak diri dan orang lain.
Tpi itu semua masih KEMUNGKINAN, Apapun itu sebenarnya pertanyaan besar masih nangkring di kepala. Aku masih belum sepenuhnya faham kenapa dunia didesain spt itu.
Post a Comment